Confirmation

Are you sure you want to remove this item from cart?

Photo by wichayada69 on Envato stock photo

Setiap hari, kita menghasilkan sampah dari berbagai aktivitas di rumah, mulai dari botol minuman, kemasan makanan, kardus belanja online, hingga sisa makanan. Sayangnya, jika semua sampah dicampur begitu saja, sebagian besar akan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), padahal banyak di antaranya masih bisa didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi.

Tahukah Anda? Sekitar 40% sampah di Indonesia merupakan sisa makanan (organik), 20% adalah plastik, 11% kertas dan karton, sementara sisanya berupa kaca, logam, tekstil, kayu, dan jenis sampah lainnya. Artinya, sebagian besar sampah rumah tangga sebenarnya masih dapat diolah atau didaur ulang jika dipilah sejak dari rumah.

Kabar baiknya, perubahan besar bisa dimulai dari satu kebiasaan sederhana: memilah sampah.

Mengapa Perlu Memilah Sampah?

Saat sampah tercampur, material yang masih bernilai seperti botol plastik, kardus, kaleng, dan kaca menjadi sulit didaur ulang karena terkontaminasi sisa makanan atau cairan. Sebaliknya, ketika dipilah sejak awal, material tersebut dapat didaur ulang menjadi produk baru sehingga mengurangi sampah yang berakhir di TPA, menjaga lingkungan tetap bersih, dan bahkan memberikan nilai ekonomi melalui bank sampah.

Photo by PedaltotheStock on Envato stock photo
Tips Mudah Memilah Sampah di Rumah

Mulailah dengan empat langkah sederhana:

1. Pisahkan sampah menjadi tiga kategori

  • Organik: sisa makanan, kulit buah, daun.
  • Daur ulang: botol plastik, kardus, kertas, kaleng, kaca.
  • Residu: popok, tisu bekas, pembalut, dan sampah yang belum dapat didaur ulang.

2. Bersihkan kemasan

Bilas botol atau wadah plastik agar bebas dari sisa makanan dan minuman.

3. Keringkan sebelum disimpan

Material yang bersih dan kering lebih mudah didaur ulang serta memiliki nilai yang lebih baik.

4. Kelompokkan berdasarkan jenis material

Pisahkan plastik, kertas, logam, dan kaca agar proses penimbangan di bank sampah menjadi lebih mudah.

Mengapa Menyetorkan Sampah ke Bank Sampah? 

Bank sampah bukan sekadar tempat membuang sampah, tetapi tempat di mana sampah mendapatkan kehidupan baru.

Menginspirasi keluarga dan tetangga untuk ikut membangun kebiasaan memilah sampah dan menjaga lingkungan tetap bersih.

Sampah menjadi bernilai melalui tabungan atau insentif sesuai jenis dan berat material.

Lingkungan menjadi lebih bersih karena lebih sedikit sampah yang berakhir di TPA atau mencemari sungai dan laut.

Mendukung ekonomi sirkular dengan mengembalikan material ke industri daur ulang untuk menjadi produk baru.

Photo by Miguel_SR on Envato stock photo
Setiap Rumah Bisa Menjadi Bagian dari Solusi

Memilah sampah hanya membutuhkan beberapa menit setiap hari, tetapi dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Melalui jaringan mitra bank sampah dan pengepul di berbagai wilayah Indonesia, Plastic Bank membantu memastikan plastik yang masih bernilai kembali ke rantai daur ulang sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Mari menjadi bagian dari gerakan ini. Mulailah memilah sampah di rumah, lalu setorkan ke bank sampah atau mitra pengepul Plastic Bank terdekat. Bersama, kita dapat mengurangi sampah, mendukung ekonomi sirkular, dan membangun Indonesia yang lebih bersih.

Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil dan langkah itu bisa dimulai dari rumah Anda hari ini.

Recover your first 50 bottles

Join the global bottle deposit program and start with:

  • 50 bottles collected from one of our communities
  • Community updates delivered directly to your inbox
  • Learning resources with the Plastic Bank Academy

More Featured articles

a bioplastics bag filled with apples Plastic Pollution and Recycling

Bioplastics and EPR in the Philippines: Key challenges for businesses

Sources

  1. “Global Plastics Outlook,” The Organisation for Economic Co-operation and Development, February 22, 2022,  https://doi.org/10.1787/de747aef-en 
  2. “Extended Producer Responsibility,” The Organisation for Economic Co-operation and Development, April 17, 2024, https://doi.org/10.1787/67587b0b-en